Jumat, 23 Juli 2010

Makanan Imunitas Penguat Jantung

Makanan Imunitas Penguat Jantung

Selama ini mungkin Anda sering mendengar kata 'antioksidan' sebagai penangkal radikal bebas dalam tubuh. Di balik popularitasnya sebagai penangkal radikal bebas bagi kecantikan kulit, antioksidan ternyata juga bermanfaat melindungi kesehatan jantung.

Seperti diberitakan dari laman Female First, suplemen antioksidan bermanfaat untuk meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Kondisi ini baik untuk memperlancar metabolisme glukosa dan lipid atau lemak darah sehingga tekanan darah akan stabil.

Kesimpulan itu diperoleh melalui penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah pasien dengan risiko penyakit kardiovaskuler, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, HDL rendah, kolesterol atau merokok. Peneliti tidak melibatkan pasien yang memiliki kondisi jantung buruk, pernah mengalami serangan jantung, atau pernah menjalani operasi besar dalam enam bulan terakhir tidak dilibatkan.

Selama enam bulan, para pasien yang telah dibagi secara acak dalam beberapa kelompok diberi asupan suplemen berbeda sesuai kelompoknya.

Kelompok pertama menerima asupan antioksidan per hari. Kelompok kedua vitamin C 1000 mg/hari, dan kelompok ketiga menerima asupan vitamin E 268mg/hari. Ada juga yang menerima suplemen koenzim Q10 120 mg/hari atau selenium 200 mg/hari. Sisanya mendapat plasebo atau suplemen kosong setiap hari.

"Kontrol glukosa dalam darah meningkat pada pasien yang menerima antioksidan, kolestrol baik juga meningkat," kata Dr Carrie Ruxton, penasihat independen untuk Kesehatan Layanan Informasi Suplemen.

Antioksidan alami bisa diperoleh dari sejumlah buah seperti kiwi, biji anggur, dan acay berry.

Kabar baik bagi Anda penggemar kacang. Ya.. mengonsumsi kacang ternyata akan memberi manfaat lebih karena di dalam makanan renyah ini terdapat kandungan magnesium tinggi.

Bicara soal magnesium, jenis mineral ini adalah salah satu yang berperan penting dalam metabolisme tubuh. Mengapa tubuh memerlukan magnesium? Karena mineral ini bersifat multifungsi dan sangat diperlukan setiap sel untuk menghasilkan energi.

Magnesium diperlukan tubuh untuk memproduksi 300 jenis enzim, pengiriman pesan melalui sistem syaraf, membuat otot-otot tetap lentur dan rileks serta memelihara kekuatan tulang dan gigi. Fungsi penting lainnya adalah menjaga konsistensi detak/ritme jantung serta membuat tekanan darah tetap normal.

Dalam banyak penelitian, peran magnesium juga dibutuhkan dalam mengatasi sejumlah penyakit seperti asma dan diabetes. Mineral ini juga terbukti sangat penting artinya dalam mengatasi gangguan atau kelainan ritme jantung. Magnesium juga dibutuhkan perannya dalam penyerapan serta penggunaan beragam vitamin dan mineral lainnya. Vitamin C dan kalsium misalnya, akan bekerja sempurna di dalam tubuh apabila kebutuhan magnesium tercukupi.

Kebutuhan Pria wanita berbeda
Dalam tubuh manusia, jumlah total magnesium mencapai sekitar 25 gram. Sebagian besar magnesium terkonsentrasi di dalam tulang dan gigi, namun juga hadir dalam otot dan darah. Jumlahnya yang cukup dalam tubuh sangat penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Untuk menjaga supaya kadarnya dalam tubuh tetap ideal. Asupan magnesium dapat diupayakan baik melalui makanan sehari-hari maupun suplemen tambahan bagi yang membutuhkan. Jumlah asupan magnesium setiap hari yang direkomendasikan (DRI) berbeda untuk jenis kelamin dan periode usia. Pria dewasa berusia 13-30 tahun misalnya, membutuhkan asupan magnesium sekitar 400 miligram per hari, sedangkan wanita 19-30 tahun 310 mg per hari.

Penelitian mengenai kebutuhan magnesium pun terus berkembang. Banyak ahli percaya bahwa DRI tersebut masih terlalu rendah untuk upaya pencegahan penyakit. Tak heran bila ada sebagian ahli nutrisi dan dokter yang menganjurkan asupan 500 mg magnesium per hari untuk orang dewasa. Jumlah ini diyakini dapat membantu menjaga tensi tetap normal dan terhindar dari gangguan jantung.

Untuk memperoleh asupan yang cukup, Anda dapat mengonsumsi jenis makanan yang kadar magnesiumnya tinggi seperti kacang-kacangan, buncis, sayuran berwarna hijau gelap, gandum murni dan seafood. Kebutuhan magnesium juga dapat dipenuhi dari konsumsi susu karena dalam setiap gelasnya terdapat sekitar 34 miligram. Makanan dari kedelai seperti tahu, tempe dan susu kedelai juga kaya akan magnesium.

Meski jenis makanan yang mengandung magnesium beragam, tidaklah mudah untuk dapat memenuhi kebutuhan minimal yang disyaratkan setiap hari. Namun begitu, mengonsumsi makanan tersebut adalah cara terbaik memenuhi kebutuhan tubuh akan magnesium serta jenis vitamin atau mineral lainnya.

Kalaupun Anda ingin mendapatkan tambahan melalui suplemen, perlu diingat bahwa Anda tidak butuh magnesium dalam jumlah banyak. Suplemen mungkin hanya boleh memberi Anda antara 10 hingga 50 mg, karena bila terlalu banyak - melebihi 600 mg- Anda berisiko terkena diare.

Perlu pula diperhatikan pula bahwa suplemen magnesium biasanya dikombinasikan dengan sejumlah zat berbahaya. Pilihan yang tersedia juga beragam mulai dari magnesium oksida, magnesium ototat, magnesium glukonat, magnesium aspartat, magnesium glisinat, atau magnesium sitrat. Pilihlah jenis aspartat, glisinat dan sitrat karena akan mudah diserap tubuh. Sedangkan jenis oksida harus dihindari karena akan sulit ditoleransi tubuh.

Kuatkan jantung
Seperti yang diungkap di awal, magnesium berperan vital bagi kesehatan jantung. Dari sejumlah riset terungkap, kadar yang rendah berkaitan dengan sejumlah kelainan jantung.

Kekurangan magnesium dapat memicu kekakuan atau kejang pada salah satu pembuluh korener arteri, sehingga mengganggu peredaran darah dan menyebabkan serangan jantung. Sejumlah dokter ahli berpendapat defisiensi magnesium berada di belakang kasus serangan jantung khususnya pada pasien yang tak punya sejarah sakit jantung. Fakta juga menunjukkan, terapi intravena (infus) magnesium sering digunakan untuk pasien gawat jantung.


Magnesium juga penting dalam melindungi tubuh dari serangan jantung yang disebabkan pembekuan atau penggumpalan darah. Mineral ini membantu mencegah terbentuknya pembekuan dengan cara membuat platelet atau keping darah menjadi kurang "lengket" sehinga cenderung sulit untuk berbaur membentuk penggumpalan.

Minimnya kadar magnesium juga menjadi penyebab kasus cardiac arrhythmias atau tidak beraturannya ritme jantung. Kelainan ini membuat jantung terkadang kehilangan atau bertambah satu detak dalam sekali ketukan atau bahkan ritme malah menjadi terlalu cepat. Jika gangguan ini makin serius dan detak jantung tak segera kembali ke normal, Anda berisiko mengalami kematian tiba-tiba.

Nah supaya Anda jantung Anda kuat dan terhindar dari kelainan ritme jantung, biasakanlah memenuhi asupan magnesium dengan cara mengonsumsi jenis makanan sehat dan seimbang setiap hari. Magnesium cukup, maka jantung pun terus berdegup!
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/makanan/25855-makanan-imunitas-penguat-jantung.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post