Minggu, 01 Agustus 2010

Tips Hindari Kebocoran Gas

Tips Hindari Kebocoran Gas

Tabung gas sekarang seperti menjadi momok bagi rakyat Indonesia, bagaimana tidak, sudah banyak korban yang berjatuhan karena Tabung melon ini. Lalu ada gak sih tips aman agar tidak menjadi korban ledakan kebocoran gas.


Menurut Direktur Logam Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, bahwa ledakan tabung gas yang selama ini terjadi sebenarnya bukanlah ledakan tabung. Karena tabung gas memiliki ketebalan antara 2-3 milimeter dan Tabung akan meledak jika mendapat tekanan 110 atmosfer.

Sementara itu tabung 3 kg tekanannya hanya 7-8 atmosfer kalau diisi penuh. jadi menurutnya tidak mungkin meledak. Tabung sudah aman berlipat-lipat. lalu sebenarnya apa yang menyebabkan Tabung meledak?

Menurutnya yang menyebabkan tabung meledak adalah karena pengoplosan gas, yang mengakibatkan katup rusak dan terjadilah peluang kebocoran gas.

Untuk itu menurut I Gusti Putu ada beberapa tips agar terhindar dari Kebocoran Gas:

1. Periksa katup sebelum digunakan

Kadang yang sering dilupakan oleh pengguna gas adalah tidak periksanya katup tabung gas, padahal yang menjadi penyebab kebocoran adalah katup. Tapi sebelum memeriksa katup pastikan terlebih dahulu segel dari tabung gas bagus. Jangan diterima jika segel rusak, karena biasanya pengoplosan gas dilakukan dengan mencolok bagian katup sehingga menyebabkan pegas katup rusak.

Saat ini Pertamina tengah merancang segel yang tidak dapat dipalsukan. Putu lebih lanjut menjelaskan masyarakat harus menyimpan segel karena disitu tercantum nama agen,sehingga jika terjadi sesuatu anda bisa mengembalikan ke agen.

2. Rendam tabung di dalam air.

Hal ini untuk mengetahui apakah tabung mengalami kebocoran atau tidak. Seandainya bocor pasti ada gelembung ketika di rendam.

3. Pemasangan regulator dan selang haruslah dilakukan dengan benar.

Putu juga mengingatkan pemasangan regulator dan selang harus dipastikan sudah dilakukan dengan benar. Disamping itu regulaor juga harus bersih jangan sampai terkontaminasi atau diletakkan di tempat kotor.

"Seringkali dilakukan asal-asalan. Ada yang pakai karet. Jangan sampai melakukan hal yang seperti itu. Regulator juga harus bersih, jangan terkontaminasi atau diletakkan ditempat kotor" kata Putu.seperti dikutip dari kompas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post