Tampilkan postingan dengan label Dunia Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kuliner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2010

Berhati-Hatilah Sedang Bekerja: Koki Terkenal Dipecat karena Masak Kucing Rebus

ITALIA - Penulis resep makanan terkenal Italia, Beppe Bigazzi, diskors dari acara Ready Steady Cook. Penyebabnya adalah dia merekomendasikan resep baru yang tidak lazim, yakni kucing rebus.

Dia mengklaim resep makanannya itu rasanya lezat dalam sebuah acara La Prova del Cuoco (acara masak-memasak BBC versi Italia). Setelah acara tersebut ditayangkan, stasiun televisi tersebut kebanjiran keluhan dari para pemirsa dan kelompok pembela hak asasi hewan. Akibatnya, pria 77 tahun itu, diskors tanpa batas waktu oleh stasiun Televisi RAI.

Bigazzi mengaku, bahwa hidangan kucing adalah menu yang terkenal dari tempat asalnya di Valdarno, Tuscany. "Saya sendiri pun telah mencobanya dan lebih baik dibandingkan hewan yang lain. Lebih baik dibandingkan ayam, kelinci atau merpati," ujarnya pada pemirsa.

Dalam acara kuliner tersebut, Bigazzi menganjurkan daging kucing haruslah direndam dalam air yang segar selama tiga hari sebelum direbus agar mendapatkan cita rasa yang maksimal,

Atas kejadian itu, Deputi Menteri Kesehatan Italia Francesca Martini ikut melontarkan respons negatif. "Hal yang sangat tidak pantas bagi layanan televisi untuk menyampaikan kepada masyarakat betapa lezatnya kucing untuk dimakan," tuturnya, seperti dikutip ananova.com, Kamis (17/2/2010).

Francesca Martini langsung memanggil produser untuk melakukan investigasi, karena dinilai melakukan pelanggaran terhadap penghasutan untuk menyiksa hewan.

Bigazzi kemudian berdalih bahwa dirinya hanya bercanda dalam memberikan resep tersebut. Diapun mengaku telah melakukan kesalahan. "Tapi saya tidak sepenuhnya bercanda. Pada tahun 1930 dan 1940-an, saat saya masih kecil, orang-orang benar-benar makan kucing di wilayah sekitar Arezzo," ujar dia.
Read More >>

Sabtu, 20 Februari 2010

Semangkuk Mie Ramen Dibanderol Rp 1 Juta

Sebuah restoran di Jepang membanderol semangkuk mie ramen dengan harga yang mencengangkan. Untuk memasak mie ramen dibutuhkan waktu selama tiga hari. Tak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan USD110.

Masakan bernama "Lima Cita Rasa Mie Kekaisaran" itu adalah menu andalan di restoran Fujimaki Gekijyo Tokyo, yang memang spesialis menjajakan menu sup dan mie. Harga jual mie di restoran tersebut memang mahal, apalagi di saat perekonomian Jepang baru pulih dari resesi ekonomi.

“Itu memang hanya sup, tapi lebih 20 bumbu digunakan untuk meraciknya. Hingga makanan jalanan tersebut bisa menjadi makanan mewah,” ujar sang pemilik restoran Shoichi Fujimaki Tapi Shoichi Fujimaki, seperti diberitakan Reuters, Jumat (19/2/2010).

"Itu sebenarnya bukan mie ramen biasa. Masakan ini tercipta dari pengalaman saya selama 25 yang," ujar Fujimaki. "Restoran ini adalah satu-satunya tempat yang menghidangkan sup seperti ini,” ujarnya bangga.

Semangkuk ramen di Jepang biasanya dijual hanya seharga USD10 per mangkuknya. Sementara Fujimaki memasang harga USD110 per mangkuk atau Rp1.029.050 (Rp9.355 per USD). Yang menjadikan harga ramen itu mahal adalah bahan baku bermutu tinggi yang diimpor langsung dari China.

Pada awalnya, restoran tersebut menjual hidangan ramen dengan tambahan toping yang diklaim berbeda dengan masakan di restoran lainnya. Harganya pun dibanderol USD33.

Kemudian Fujimaki memutuskan untuk membuat hidangan tersebut lebih rumit lagi, tentunya dengan harga yang tinggi pastinya. Uniknya, para pelanggan tidak bisa langsung membeli menu tersebut. Hidangan tersebut hanya tersedia bagi mereka yang terlebih dahulu memesan. Makanan tersebut pun tidak tertera di daftar menu. Pelanggan hanya bisa menikmati hidangan tersebut setelah mereka mencicipi ‘mie istimewa’ tersebut dengan harga yang lebih murah, di restoran cabang lain miliknya.

Para pelanggan yang sudah mencoba mie tersebut menyatakan makanan itu sepadan dengan uang yang dikeluarkan.

Fujimaki berencana untuk melebarkan sayapnya dengan membuka restoran baru dengan hidangan serupa di Los Angeles, pada Agustus mendatang. Kendati demikian, ia belum memutuskan apakah akan mengenakan tarif yang mahal atau tidak.
Read More >>

Kamis, 18 Februari 2010

jangan bicara ketika makan

Orang tua kita biasanya melarang anak-anaknya berbicara saat makan atau minum. Makan sambil bicara memang dari sisi keindahan memang kurang baik, karena makan yang baik adalah tidak bicara dengan orang lain. Jika kita kumpul-kumpul dengan teman-teman kita sambil makan makanan dan minum minuman, umumnya tanpa disadari kita akan ngobrol sambil melakukan aktivitas makan dan minumnya dengan teman kita.

Hindari bicara saat makan dengan meminta izin makan kepada orang lain yang menjadi lawan bicara, kemudian menghabiskan makanan dan minuman yang menjadi santapan kita hingga selesai. Setelah selesai dan sedikit mengambil nafas barulah kita bisa kembali ngobrol-ngobrol dengan lawan bicara kita.

Keburukan/Efek Negatif/Dampak Buruk Makan Minum Sambil Ngomong/Ngobrol :

1. Bisa keselek makanan yang kita makan atau minuman yang kita minum sehingga kita akan batuk-batuk yang membuat kita malu di depan orang-orang. Sangat bahaya jika potongan makanan yang besar nyangkut di tenggorokan kita karena bisa menyebabkan kematian.

2. Apabila saat mengunya makanan kita tertawa atau bernafas secara mendadak, maka makanan yang kita makan dan minuman yang kita minum bisa masuk ke rongga hidung kita sehingga kita bisa menderita untuk mengeluarkan benda-benda asing dari dalam hidung atau rongga pernapasan kita.

3. Jika kita terlalu asyik bicara bisa saja ada air liur, atau potongan makanan yang sedang kita santap meluncur ke luar dari dalam mulut kita. Malulah kita jika kejadian itu terlihat oleh teman kita atau bahkan seseorang yang kita sukai.

4. Sangat berbahaya bagi orang-orang yang suka meminum minuman keras karena pengaruh miras dapat membuat kesadaran dan konsentrasi kita hilang sehingga omongan atau obrolan kita menyinggung orang lain sehingga bisa memicu perkelahian serta rasa tidak suka. (Jangan minum minuman keras karena sangat merugikan kita).

5. Keasyikan bersendagurau dengan orang lain bisa membuat kita kehilangan konsentrasi sehingga tanpa sadar tahu-tahu minuman dan makanan yang kita santap sudah habis dimakan tanpa dinikmati. Bisa jadi makanan yang kita telan kurang halus kita kunyah sehingga tidak baik untuk pencernaan kita.

6. Makan sambil ngobrol bisa membuat tambah gemuk atau tambah kurus. Kalau kita euforia ngobrol ngalor-ngidul ke sana ke mari maka nafsu makan kita bisa berkurang atau bahkan hilang sama sekali walaupun sudah waktunya makan. Bisa pula karena terus ngomong kita makan apa saja yang ada tanpa ukuran sehingga tubuh kita terus membesar dan membuat diet menjadi gagal total.

7. Sama halnya dengan berbicara melalui telepon atau handphone sebaiknya kita hindari karena efeknya tidak jauh berbeda dengan ngobrol / bicara langsung sambil makan atau minum.
Read More >>

Senin, 15 Februari 2010

Coklat Bisa Mencegah Stroke

Ada banyak alasan untuk mengonsumsi coklat. Selain rasanya yang lezat, berbagai hasil penelitian telah menemukan banyak khasiat coklat bagi kesehatan. Kini bertambah lagi satu alasan untuk mengonsumsi coklat. Si manis ini bisa mencegah penyakit stroke.

Hasil studi yang dilakukan oleh Sarah Sahib dari University of Toronto, Kanada menyebutkan, satu batang coklat per minggu dapat mencegah seseorang dari penyakit stroke.

Penelitian yang melibatkan hampir 50.000 orang ini menyimpulkan bahwa mereka yang mengonsumsi coklat, memiliki kecenderungan 22 persen lebih bisa menangkal penyakit stroke ketimbang yang tidak mengonsumsinya. Diketahui juga, mereka yang menderita stroke namun senang memakan coklat, 46 persen bisa lebih lama bertahan hidup ketimbang mereka yng tidak makan coklat. Demikian keterangan yang dikutip dari Telegraph, Senin (15/2/2010).

"Akan ada banyak riset yang dibutuhkan untuk menentukan apakah coklat benar-benar efektif mengurangi risiko penyakit stroke," kata Sahib.

Bersama dengan rekannya Gustavo Saposnik, Sahib melakukan dua kali penelitian. Yang pertama, ditemukan sekira 44.489 orang yang mengonsumsi coklat setiap minggu, mengalami penurunan risiko penyakit stroke sebesar 22 persen.

Penelitian kedua memberikan bukti bahwa ada 1.169 orang yang memakan 50 gram coklat sekali seminggu, mengalami penurunan risiko cepat mati akibat stroke sebesar 46 persen ketimbang pasien stroke yang tidak makan coklat.

Namun demikian, Saposnik juga mengingatkan agar jangan mengonsumsi coklat secara berlebihan. "Terlalu banyak makan coklat pun dapat membuat Anda gemuk dan menumpuk lemak jenuh dalam tubuh," ujarnya.

Saposnik dan Sahib pun menambahkan, perlu diadakan investigasi lebih lanjut untuk benar-benar memberikan bukti kuat soal khasiat coklat terhadap penderita stroke. Kandungan flavanoid yang amat kaya dalam coklat disebut-sebut berfungsi sebagai zat anti oksidan yang bisa menangkal serangan penyakit termasuk stroke.
Read More >>