Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Taman Gantung Terpanjang Kota New york “HighLine” Baru Saja Di Buka



Para warga new york minggu ini tiap detiknya dapat menikmati sebuah icon new york yang baru yaitu taman kota highLine yang baru saja dibuka baru saja ini . taman yang bentuk nya tidak seperti taman-taman pada umumnya ini, membentang panjang diatas gedung-gedung dan jalanan ,menghubungkan meatpacking district ,west chelsea dan midtown west. pengunjung dapat sekarang dapat menikmati pemandangan dari gedung chrysler, gedung empire street dan newYork hotel.

taman ini di rancang oleh perusahan design di new york james corner field operations dan diller scofidio + renfro. taman kota highline yang berada di tengah kota new york ini dibangun diatas bekas rel kereta api melayang. new york menginvestasikan $115 juta untuk proyek ini .

dan sekarang highline menjadi tempat tujuan terkenal yang ada di dunia dan menjadi icon kota new york.












Read More >>

Chen Clan Academy


Tampak depan Chen Clan Academy

Chen Clan Academy (mandarin: Chen Jia Ci) ini dulunya merupakan sebuah sekolah yang didirikan oleh Klan Chen pada masa Dinasti Qing. Kini, Chen Clan Academy berfungsi sebagai sebuah museum seni, tepatnya “Guangdong Folk Art Museum” (Museum Kesenian Rakyat Guangdong), juga sebagai sebuah tempat pameran seni budaya China.

Di sini dipamerkan banyak lukisan, juga ada beberapa pelukis yang mendemonstrasikan cara melukis. Yang paling menarik perhatian adalah seni lukis dengan kepalan tangan. Pelukis tidak menggunakan kuas, namun langsung memakai telapak tangan yang dikepal untuk melukis. Selain itu, ada juga seni kaligrafi China yang ditulis di atas… butiran beras, lalu beras itu dimasukkan dalam liontin kaca bening Selain itu, ada juga lukisan dan kaligrafi kipas, porselen, layang-layang, pahatan batu, kayu, dan giok.
Lukisan bambu

Ukiran kayu

Pajangan ayam porselen

Pahatan batu

Pahatan giok
Namun entah kenapa, yang paling menarik perhatian saya adalah pahatan gading… Alhasil, hampir semua fotonya berisi pahatan gading semua, hehehehehe… Mungkin karena jarang saya melihat pahatan jenis ini sebelumnya.
Pahatan gading berbentuk dewi, harganya 3000 yuan :-(

Pahatan 5 kambing, lambang kota Guangzhou

Aku juga gak terlalu jelas ini pahatan apa, tapi bagus

Pahatan ini menggambarkan Guangzhou modern

Kapal yang mendetail, berikut awak2 di dalamnya
Melihat pahatan gading yang sebegitu mendetailnya, saya jadi terkagum-kagum pada ketelatenan dan kesabaran para seniman gading… kalau gadingnya ada di tangan saya, bakal jadi penghuni tong sampah tuh gading tak lama lagi, 
Read More >>

Sabtu, 06 Agustus 2011

8 Gunung Terindah Di Dunia

Dablam – Eastern Nepal




(source: pamilne, andersonimages, mbollino)

First climbed in 1961 by the team of Mike Gill, Barry Bishop, Mike Ward, and Wally Romanes, Ama Dablam is a mountain in the Himalaya range of eastern Nepal. Literally meaning ‘Mother and Pearl Necklace’ the peak was adopted by UK’s Invesco group as their worldwide logo and signature. After a 2006 avalanche a climbing permit along with an officer are required before you can climb Ama Dablam.

2. Shivling – Uttarakhand, India

 

 


(source: solafin, lopamudra, naadodi)

The Shivling mountain, so-called because of its status as a sacred symbol of the Hindu god, Shiva, literally means ‘the phallus of Shiva’. Considered one of the most stunning peaks of the Garhwal region, the mountain soars 21,329 feet high. The Tapovan meadow which lies between Shivling and Gaumukh has become a popular pilgrimage site due to the stunning view of the mountain from that location. 

3. Machapuchare – North-Central Nepal

 

 

 

(sources: willdanceforfood, dr-catherine, himalayafan)

Machapuchare, or ‘fish tail’, is revered by locals as sacred to the god Shiva and therefore has been declared off limits to climbing. At about 1,500 feet taller than Shivling, Machapuchare has never been climbed to its summit. The only known attempt at accomplishing the feat fell 50m short, after which the mountain was declared forbidden to climbers.

4. Matterhorn – Italy/Switzerland

 

 

 

(source: uolli, effingham, chrchr_75, serac)

Matterhorn has the distinction of being an iconic emblem of the Swiss Alps even though it isn’t the tallest peak in the region. Because of its status as a huge tourist attraction and one of the best known mountains in the world, authorities have taken extensive measures to build tourist facilities to make the mountain more accessible to novice climbers.

5. Fitz Roy – Argentina/Chile

 

 

 

(sources: etcheverry, lovemyblackcat, maegges, lluilui)

Named Fitz Roy by Francisco Moreno after the Beagle’s captain Robert FitzRoy, the mountain is isn’t the tallest peak in the region and is less than half the size of some of the Himalayan peaks. However, extreme weather conditions and the difficulty of the climb has won the mountain the reputation of being extreme. The mountain is alternatively known as Cerro Chaltén.

6. Sajama – Bolivia

 

 

 

(sources: jgomba, nicointhebus, c_adrian)

Sajama is better known as a volcano (though extinct) but is technically a mountain of volcanic ash. The highest peak in Bolivia, it is 21,463 feet high and is known for some of the tallest trees in the world, at 5200m. The first attempt to climb the mountain came from Joseph Prem in 1927, though the he wasn’t successful until August 1939 with the help of Wilfrid Kuehm. To their credit they took the much more difficult southeast ridge to accomplish the feat.

7. The Rockies – Canada/US

 

 

 

(sources: schlegl, madbuster75, clare&joe, hand_of_sands)

The Canadian Rocky Rockies have five national parks located inside, including four that comprise the Canadian Rocky Mountain Parks World Heritage site. We opted to profile the Canadian Rockies because they’re older, heavily glaciated, and have a very distinct appearance (sharp peaks separated by deep valleys). Mount Robson and Mount Columbia serve as the mountain’s highest peaks at 12,972 and 12,293 feet respectively.

8. Pumori – Nepal/Tibet


 

 

(sources: mbollino, vaclavklicnik, perfilov)

Lining the Nepal-Tibet border, Pumori – or ‘Unmarried Daughter’ – is a popular climbing route in spite of avalanche danger. Because of its proximity of Mount Everest, Pumori is often endearingly called ‘Everest’s Daughter’. The view of Everest from here is considered to be one of the best, given clear weather conditions.
Read More >>

Ada Museum Patah Hati Di Inggris



Jakarta - Saat putus cinta, biasanya orang akan membuang semua barang-barang kenangan atau hadiah pemberian kekasihnya. Namun ada pula sebagian orang yang memilih menyimpannya, sebagai pelajaran hidup yang berharga.

Di Inggris, barang-barang kenangan mantan kekasih justru bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi orang banyak. Kenapa hal-hal yang memiliki kenangan pahit bisa disebut menarik?

Di sebuah tempat bernama Museum Patah Hati, Anda akan menemukan jawabannya. Berbagai barang kenangan dari hubungan asmara yang putus di tengah jalan berkumpul di tempat ini, dan semua orang pun bebas melihatnya.

Museum 'ajaib' tersebut bertempat di Tristan Bates Theatre, London, dan akan dibuka untuk umum awal Agustus 2011. Dikutip dari Female First, selama tiga minggu, para pengunjung bisa melihat objek-objek dari pengalaman cinta para pasangan --yang sayangnya, tidak berjalan baik.

Masing-masing benda punya cerita menyedihkan. Mulai dari gaun pernikahan (yang berakhir perceraian), boneka Teddy Bear bertuliskan 'I Love You' dari mantan kekasih yang berselingkuh sampai benda-benda yang sudah tidak jelas lagi bentuknya --karena sempat dibuang, dirusak atau usang karena terlalu lama disimpan.

Barang-barang yang akan dipajang di museum, merupakan pemberian sukarela dari ratusan orang yang patah hati dari seluruh dunia. Setiap orang dapat mengirimkan barang pemberian mantan kekasih, lengkap dengan kisah cinta di baliknya. Meskipun terkesan sebagai ajang 'lucu-lucuan', proyek unik ini tidak main-main diselenggarakan.

Untuk menciptakan Museum Patah Hati, The Tristan Bates Theatre menggandeng sejumlah orang yang ahli di bidangnya. Mulai dari seniman, sutradara teater, penyanyi, penulis puisi, komposer, kelompok tari bahkan novelis ikut terlibat dalam pembuatan 'proyek patah hati' ini.

Pameran akan dibagi menjadi dua tempat. Koleksi utama akan dipamerkan di The Tristan Theatre di Tower Street, sementara koleksi yang lebih kecil ditempatkan di 38 Earlham Street.

Sebelumnya, pameran serupa pernah diadakan 2010 silam di Kroasia. Pemrakarsanya adalah Olinka Vistica dan Drazen Grubisic, pasangan yang sempat putus cinta dan memutuskan untuk membagi kesedihan mereka ke khalayak ramai. Sampai saat ini, museum yang bernama Museum of Broken Relationship itu berhasil mengumpulkan 700 benda berisi kenangan menyedihkan.[wolipop.com]
Read More >>

Rabu, 03 Agustus 2011

Balutan Arsitektur Tiongkok Di Masjid Cheng Ho Surabaya

Sebelumnya ane mau ngucapin 
Marhaban Yaa Ramadhan 1432 H
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
http://dila.blogdetik.com/files/2011/02/masjid-cheng-hoo.jpg

Balutan Arsitektur Tiongkok Di Masjid Cheng Ho Surabaya

Balutan Arsitektur Tiongkok Di Masjid Cheng Ho Surabaya
MASJID terbalut bangunan khas Tionghoa. Hmm, hal seperti ini nampaknya masing jarang di Indonesia namun bukan berarti tidak ada karena di Surabaya tepatnya di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Anda akan menemukan masjid yang seperti ini yaitu Masjid Cheng Ho.

Mendengar namanya saja, kita pasti sudah familiar dengan etnis Tionghoa apalagi melihat bangunannya. Dari kejauhan Anda akan melihat sebuah bangunan khas Tiongkok dengan perpaduan warna hijau, merah, dan kuning sperti yang sering kita jumpai pada penggambaran sosok naga. 

Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho ini memang menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma) yang kental dengan nuansa tiongkok lama. 

Pada pintu masuknya yang menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid. 

Angka-angka yang ada pada pembangunan masjid ternyata buka sembarang angka karena mengandung makna tertentu. Angka 11 untuk ukuran Ka’bah saat baru dibangun, angka 9 melambangkan Wali Songo dan angka 8 melambangkan Pat Kwa (keberuntungan/ kejayaan dalam bahasa Tionghoa). 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP4cLhg3aHuWn9kEgZU6JmIXsicyscdPPe2_U6ZT-M8Cc9Mvdqk3ca7TdNsvpobVho_THYCEMx_Dslc9mCN1sXztVRSCUocG5ZXQTnKiEOeQ6ogcAs9sCbe9H2wZ4FOewBvb9sShWppPk/s1600/Masjid+Cheng+hoo.jpg

Perpaduan gaya Tiongkok dan Arab memang menjadi ciri khas masjid Muhammad Cheng Ho Indonesia. Arsitektur Masjid Cheng Ho diilhami Masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing yang dibangun pada 996 Masehi. Gaya Niu Jie tampak pada bagian puncak, atap utama, dan mahkota masjid. Selebihnya, hasil perpaduan arsitektur Timur Tengah dan budaya lokal Jawa. Arsiteknya Ir. Aziz Johan (anggota PITI asal Bojonegoro) serta didukung tim teknis, HS willy Pangestu, Donny Asalim SH, Ir Tony Bagyo, dan Ir Rahmat Kurnia.

Mahkota pada ujung atap lebih condong pada gaya arsitektur Hindu-Jawa. Tatanan atap Masjid Cheng Ho berbentuk segi delapan (pat kwa) yang memiliki Makna "keberuntungan" atau "kejayaan" menurut numorologi Tiongkok kuno. Hitungan atau angka pada bangunan masjid semuanya punya makna. Bangunan utama seluas 11 x 9 meter. Angka 11 sebagai ukuran Ka'bah pada awal pembangunannya dan angka 9 merupakan simbol Wali Songo penyebar agama Islam di tanah Jawa.

Arsitektur yang menyerupai kelenteng adalah gagasan untuk menunjukkan identitas muslim Tionghoa di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa yang mayoritas beragama Budha. Adalah dua hiasan kaligrafi huruf arab pada kedua sisi dinding luar yang membedakan Masjid Cheng Hoo dengan sebuah kelenteng, yang lazimnya dicirikan dengan bentuk dan warna bangunan yang khas.

Bentuk pada dinding masjid di bagian imam dan mimbar menyerupai bentuk yang ada di gereja, hal ini menurut penjaga masjid sebagai lambang keharmonisan lintas agama. Bentuk segi delapan yang mengelilingi lampu-lampu kristal pada bagian tengah Masjid Cheng Hoo, tempat di mana kubah masjid berada, melambangkan filosofi Pat Kwa Cina, simbol keberuntungan dan kejayaan. Di sebelah sayap kanan masjid, terdapat sebuah replika kapal Laksamana Cheng Hoo. 
http://www.ceritamu.com/getattachment/6e2effc8-5aa3-4214-90fa-7e465edf5fc4/Masjid-Cheng-Ho.aspx?maxsidesize=605

Ada juga bukaan lengkung pada dinding, ciri khas arsitektur India dan Arab. Pada bagian dalam masjid, terdapat podium. Di Tiongkok, podium ini dimaksudkan guna menghindari kelembapan. Podium Masjid Cheng Ho dibagi dua, tinggi dan rendah. Podium yang lebih tinggi terletak pada bangunan utama. Sedangkan yang rendah berada di sayap kanan dan kiri bagian utama masjid. Papan nama masjid ini cukup istimewa, karena hadiah langsung dari Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Shu Ming.

Pada sisi utara masjid terdapat relief Muhammad Cheng Hoo bersama armada kapal yang digunakannya dalam mengarungi Samudera Hindia. Relief ini memiliki pesan kepada muslim Tionghoa di Indonesia pada khususnya agar tidak risih dan sombong sebagai orang Islam. Orang Tionghoa menjalankan ajaran Islam bukanlah merupakan hal yang aneh atau luar biasa. Hal itu adalah wajar, karena 600 tahun yang lalu pun sudah ada laksamana Tionghoa yang taat menjalankan ajaran Islam bernama Muhammad Cheng Hoo. Beliau juga turut mensyi'arkan agama Islam di Indonesia.

Sejarah pendirian masjid ini adalah atas prakarsa para sesepuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Sedangkan pemberian namanya didasarkan sebagai bentuk penghormatan pada Cheng Ho, Laksamana asal Cina yang beragama Islam. Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Cheng Ho bukan hanya berdagang dan menjalin persahabatan, tapi juga menyebarkan agama Islam.

http://infowisata.info/wp-content/uploads/2010/09/masjid-cheng-hoo.jpg


http://humaspdg.files.wordpress.com/2010/05/bedug-di-masjid-cheng-ho-1.jpg

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9912680
Read More >>