Tampilkan postingan dengan label Dunia Flora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Flora. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Februari 2010

Jamur Asal Brazil yang Bisa Menyala

Beberapa jenis jamur yang tumbuh di hutan tropis Taman Wisata Nasional Lembah Ribeira, dekat Sao Pulo, Brazil memendarkan cahaya saat sekitarnya gelap. Jamur-jamur tersebut memiliki kemampuan bioluminescent karena reaksi kimia di tubuhnya menghasilkan cahaya berwarna hijau.

Jamur-jamur yang ditemukan di Brazil itu termasuk dalam genus Mycena. Di seluruh dunia terdapat sekitar 500 jenis jamur yang masuk ke dalam genus ini, tapi hanya 33 persen yang memiliki kemampuan bioluminescent.

Ada lebih dari 10 jenis jamur bioluminescent yang baru ditemukan di Brazil sejak 2002, empat di antaranya merupakan spesies yang belum diketahui sebelumnya. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Cassius Stevani, profesor kimia dari Universitas Sao Paulo, Dennis Desjardin, profesor ilmu jamur dari Universitas Negeri San Fransisco California, dan Marina Capelari dari Institut Botani Brazil.



"Penemuan ini telah menambah jumlah jamur berpendar, yang diketahui sejak 1970-an, menjadi 30 persen lebih banyak," ujar Stevani.

Jamur-jamur tersebut memiliki kemampuan bioluminescent karena reaksi kimia di tubuhnya menghasilkan cahaya berwarna hijau.






Read More >>

Minggu, 21 Februari 2010

Jurupa Oak, Tumbuhan Tertua di Dunia Berumur 13 Ribu Tahun

Peneliti menemukan sejenis tumbuhan yang hidup sejak zaman es. Jenis pepohonan tersebut masih kuat bertahan hidup hingga sekarang, pada lahan gersang di California.




Pohon yang kemudian dinamakan Jurupa Oak tersebut diyakini telah berusia sekira 13.000 tahun, sehingga membuatnya menjadi tumbuhan hidup tertua di dunia.

Jurupa Oak terdiri dari kumpulan semak-semak belukar. Para ilmuwan meyakini hal tersebut merupakan efek dari perubahan suhu yang sangat ekstrim saat mereka melakukan regenerasi. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (29/12/2009).

Tumbuhan tersebut termasuk dalam spesies Quercus palmeri atau Oak Palmer. Nama tersebut didapat dari nama sebuah bukit tempat spesies tanaman tersebut tumbuh.

Spesies ini juga diketahui dapat tumbuh di wilayah yang lebih dingin dan basah. Lokasi tak umum tempat Jurupa tumbuh, menjadi petunjuk pertama bagi tim peneliti bahwa tumbuhan tersebut memiliki asal usul yang tidak biasa.

"Jurupa Oak tumbuh secara normal di dataran yang lebih tinggi yang bersuhu lebih dingin, serta iklim yang lebih basah," kata pimpinan studi Jeffrey Ross-Ibarra.

Peneliti juga menemukan bahwa oak tersebut tidak memproduksi benih ataupun buah. Hal ini menandakan Jurupa Oak memiliki cara yang tidak biasa untuk berkembang biak.

Uji coba genetik memperlihatkan bahwa kumpulan batang semak yang berantakan pada Jurupa Oak merupakan individu tunggal yang berkembang biak dengan cara mengkloning diri.
Read More >>

Selasa, 16 Februari 2010

Inilah Pohon Setan Carl De Bast, Yang Telah Membunuh 52 Nyawa


Cerita nyata ini terjadi di kota Liege, Belgia. Uniknya cerita ini berhubungan dengan sebatang pohon tua angker. Menurut sebuah catatan, sampai saat ini pohon yang tidak disebut nama dan jenisnya itu telah menelan korban puluhan nyawa manusia. Mereka mati akibat memegang atau memotong pohon yang diperkirakan berusia 116 tahun itu. Baru-baru ini 12 orang yang menganggap takhayul akan pohon tersebut, menjadi korban lagi. Mereka dengan sengaja telah merusak sang pohon misterius dengan berbagai cara. Akibatnya entah kebetulan atau bukan, mereka meninggal satu persatu dengan penyebab yang tak jelas. "Sebenarnya tidak ada yang berani memegang pohon tersebut. Tetapi mereka orang luar itu rupanya tidak percaya dengan cerita masyarakat disini (kota Liege). Padahal sudah banyak yang terjadi. Orang yang memegang atau merusaknya, belum sempat dia menceritakan pengalamannya sudah keburu mati", kata seorang ahli sejarah kota Liege, Miklak Van Lamers.
Sejarah mencatat sudah 52 orang yang mati akibat keganasan pohon ini. Mereka terdiri dari 12 orang anak-anak dan 40 lainnya adalah orang dewasa. 14 Orang diantara mereka bahkan meninggal dunia tak lebih dari 48 jam setelah memegang atau merusak pohon tersebut. Menurut cerita keanehan pohon ini bermula ketika seorang pemuja setan, Carl De Bast, disiksa dan kemudian digantung di atas pohon tersebut. Kejadian menyeramkan ini berlangsung pada tanggal 16 Mei 1881. Pelaku penyiksaan adalah masyarakat kota Liege. Beberapa saat sebelum meninggal, Carl bersumpah akan membalas dendam terhadap masyarakat kota Liege. Dia mengatakan bahwa siapa saja yang berani menyentuh atau merusak pohon tempat dirinya digantung maka akan segera meninggal dunia sebagai aksi pembalasan dendamnya. Konon, sejak hari penghukuman itu, tidak ada seorangpun yang berani menyentuh apalagi merusak pohon ini.
Penderitaan dan ketakutan yang dialami para korban saat meregang nyawa jelas tergambar pada wajahnya. "Pada saat sekarat, ekspresi wajah mereka seolah-olah sedang menghadapi setan-setan. Sampai saat ini pihak kedokteran yang memeriksa mayat para korban, belum dapat memberikan jawaban secara ilmiah tentang apa yang menjadi penyebab kematian dari 52 orang tersebut", ungkap Van Lamers.
Percaya atau tidak, kejadian ini memang nyata terjadi. Namun mengenai kematian seseorang kita wajib percaya bahwa semua itu Tuhan yang menentukan. Sekali lagi, ini hanyalah sebuah cerita yang selama ratusan tahun telah dipercaya oleh banyak orang. Anda mau percaya atau tidak, Anda sendiri yang menentukan.
Read More >>

Inilah Tanaman Zombi Yang Suka Makan Daging Binatang










Read More >>

Minggu, 14 Februari 2010

Obama Akan Tengok Pohon Taloknya yang Masih Hidup

Selama di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Barack Obama akan mengunjungi UGM dan Candi Borobudur. Namun, Obama tidak mengunjungi institusi tersebut, tetapi mengunjungi saudara tirinya yang menjadi dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 22 Maret 2010.

Menurut sumber di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, sesuai hasil pertemuan dengan tim advance, Barack Obama direncanakan akan mengunjungi UGM, bengkel kereta api Balai Yasa Yogyakarta, dan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang selama dia berada di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Namun, dalam kunjungannya ke UGM, Obama tidak akan mengunjungi institusi kampus itu, tetapi ke rumah saudara tirinya yang menjadi dosen UGM dan bertempat tinggal di perumahan dosen UGM," katanya.

Menurut sumber tersebut, Obama dulu pernah menanam pohon talok atau kers di halaman rumah saudara tirinya itu. Pohonnya masih hidup sampai sekarang. Kers atau talok adalah nama pohon yang buahnya kecil dan rasanya manis.
Read More >>